Selasa, 05 Mei 2009

Nasihat Ibu...

Seorang ibu menasihati anak perempuannya pada hari pernikahannya dengan dibarengi oleh senyum dan tangis bahagianya
* “Wahai anak perempuanku, engkau sekarang akan menempuh hidup yang baru, yaitu kehidupa yang tiada tempat padanya bagi ibumu, ayahmu, atau seseorang dari saudara-saudaramu. Di dalamnya engkau akan menjadi temen hidup suamimu yang tidak menginginkan ada seseorang pun ikut campur dengannya terhadapamu sekalipun berasal dari darah dagingmu sendiri”
* Jadilah engkau istrinya, jadilah engkau ibu untuk anak-anaknya. Jangan kaujadia kan dia merasakan dengan mengawinimu berarti dia telah meninggalkan keluarga dan kerabatnya. Sesungguhnya perasaan ini adakalanya dia rasakan pula pada dirinya bahwa dia telah meninggalkan rumah kedua orangtuanya dan keluarganya demi kamu. Akan tetapi, perbedaan antara dia dan kamu adalah perbedaan seorang lelaki dan seorang wanita, wanita selamanya merindukan keluarga dan rumah tempat kelahirannya, tempat ia belajar. Akan tetapi, ia harus membiasakan dirinya dengan kehidupannya yang baru. Dia harus menyesuaikan kehidupannya dengan lelaki yang kini telah menjadi suaminya, pemeliharanya, dan ayah bagi anak-anaknya. Inilah duniamu yang baru
* Wahai anak perempuanku, inilah masa kini dan masa mendatangmu. Inilah keluargamu yang akan kamu bangun berdua bersama dengan suamimu. Sesungguhnya ibu tidak meminta kepadamu agar melupakan ayah dan ibumu serta saudara-saudaramu, karena sesungguhnya mereka tidak akan melupakanmu selamanya.. bagaimana bisa seorang ibu melupakan belahan hatinya? akan tetapi, ibu meminta kepadamu agar cintailah suamimu, hiduplah bersamanya, dan jalanilah hidupmu dengan bahagia bersamanya
Sumber: DR.”Aidh Bin ‘Abdullah Al-Qarni

Tidak ada komentar:

Posting Komentar