Senin, 14 Maret 2011

Agar Berkesan Seperti Shalat Pertama & Khusyu' Seperti Shalat Terakhir

Adakah yang lebih nikmat dari manisnya bermunajat?
Adakah yang lebih layak didamba dari kekhusyukan shalat?
Rasa haru yang meghunjam kuat seperti shalat pertama pendosa yang sedang bertaubat,
Atau kesungguhan yang terpancar erat laksana shalat orang yang sadar umurnya tinggal sesaat,
Jauh dari rasa berat dan penat,
Dekat dengan rasa khudhu’ dan taat
Rasa cinta, takut dan harap terasa begitu dahsyat
Terpadu antara kaifiyah yang sesuai syariat
Hadirnya hati menghayati setiap bacaan dzikir dan ayat
Juga khidmatnya gerakan di setiap raka’at
Sudahkah anda merasakan meski hanya sekali shalat?

Ini merupakan ringkasan dan intisari dari buku “Seperti Shalat Terakhir” oleh Dr. Khalid Abu Syadi. Jika anda bisa mengukir makna-maknaya di atas telapak tangan anda agar dapat menghafalnya, atau menempelkannya di ruang tidur anda, agar dapat mengingatkan diri anda sebelum tidur, maka kerjakanlah. Kemudian pahamilah kembali makna-maknanya sebelum shalat apapun, dan introspeksilah diri anda setiap malam apakah telah merealisasikan makna-makna ini,

Saat Wudhu
  • Jangan lupa membaca do’a setelah wudhu;
  • Jika bisa, shalatkanlah dua raka’at setelah wudhu;
  • Hadirkanlah di hati anda, niat untuk bersuci dari tiga perkara, yaitu syirik, dosa dan kotoran.
Saat Berjalan Menuju Mesjid
  • Ketika berjalan menuju mesjid, berniatlah bahwa Anda kembali kepada Allah untuk berdamai dengan-Nya di rumah-Nya.
Saat Bertakbir
  • Perbaruilah kesungguhan anda dan kosongkanlah hati anda dari selain Allah;
  • Singkirkanlah kesombongan atau yang menyerupai kesombongan dari hati anda;
  • Bermaksudlah untuk memuliakan Allah dan mengagungkan-Nya dengan hati dan lisan.
Saat Membaca Do’a Istiftah
  • Istiftah pengagungan: Penuhilah dada anda dengan keagungan Allah SWT;
  • Istiftah maghfirah: berniatlah untuk memperbarui taubat, dan teguhkanlah kebenaran taubat anda karena Allah secara praktik setelah selesai shalat.
Saat Membaca Ta’awudz
  • Bermaksudlah memohon pertolongan dengan kekuatan Allah yang kokoh dan kekuasaan-Nya yang agung untuk mengalahkan musuh bebuyutan anda dan memohon perlindungan-Nya.
Saat Membaca Surat Al-Fatihah
  • Berhentilah di setiap penghujung ayat dan tunggulah jawaban Allah kepada anda;
  • Wujudkanlah pujian itu dengan lisan dan anggota badan Anda;
  • Renungkanlah tanda-tanda rahmat Allah agar anda dapat mencintai-Nya;
  • Bayangkanlah keadaan anda di hari pembalasan;
  • Bermaksudlah memohon tujuh macam hidayah ketika anda membaca, “ihdina…”, “berilah kami hidayah”;
  • Berazamlah untuk melalui jalan yang lurus dengan enam tingkatannya;
  • Koreksilah diri anda agar anda tidak termasuk orang yang mengenal kebenaran kemudian menyimpang darinya, sehingga anda termasuk orang yang dimurkai atau orang yang tersesat jalan, sehingga termasuk orang-orang yang tersesat;
Saat Membaca ‘Amin’
  • Berharap dan yakin akan pengabulannya;
  • Niatkanlah agar bacaan amin anda bertepatan dengan bacaan amin para malaikat, agar mereka memintakan ampunan untuk anda;
  • Keraskanlah suara anda, karena hal itu termasuk syiar Islam dan membuat orang Yahudi marah;
Saat Ruku’
  • Maksudkanlah untuk mengagungkan Allah saja;
  • Keluarkanlah segala pengagungan kepada selain Allah dari hati anda;
  • Koreksilah diri anda akan ketundukan seluruh anggota badan, keadaan dan waktu anda kepada Allah, tanpa kecuali;
  • Waspadalah terhadap ketundukan musiman, dan koreksilah diri anda, jangan-jangan anda jatuh ke dalam cakar-cakarnya, sementara anda tidak merasa;
Saat Berdiri dari Ruku’
  • Perbaruilah mengirim surat pujian kepada Allah;
  • Yakinlah hanya Allah saja satu-satunya yang bisa mencegah dan memberi;
  • Niatkanlah untuk mendapatkan ampunan atas dosamu, jika pujianmu bertepatan dengan bacaan pujian para malaikat.
Saat Sujud
  • Kerjakanlah dengan penuh kefakiran dan kerendahan;
  • Pakailah pakaian kemuliaan dan merasa cukup dengan Allah;
  • Rasakanlah kenikmatan berdekatan dengan Rabb anda;
  • Jatuhkanlah dosa-dosa anda dari atas pundak anda;
  • Berburulah kesempatan berdo’a ketika sujud;
  • Jangan lupa ubudiyah muraghamah (untuk membuat setan marah).
Saat Duduk di antara Dua Sujud
  • Mohonlah ampunan dalam do’a yang anda panjatkan dengan penuh kesungguhan dan kerendahan. Posisi berlutut di atas lutus dapat membantu untuk mewujudkan hal ini;
  • Tampakkanlah kebutuhan anda yang sangat kuat terhadap do’a yang menyeluruh dan ma’tsur ini, yaitu agar Allah mengampuni dosa anda, merahmati, menyehatkan, memberi hidayah dan mengaruniakan rezeki kepada anda;
Saat Duduk Tasyahud
  • Bacalah tasyahud dengan tujuan sebagai perpisahan dengan shalat;
  • Ucapkanlah salam kepada Nabi SAW dan hadirkanlah beliau di hadapan anda, agar anda merasa beliau menjawab salam anda;
  • Rasakanlah pentingnya ukhuwah umum bersama seluruh kaum muslimin dan ukhuwah khusus dengan pergaulan yang shalih;
  • Perbaruilah tauhid anda dengan syahadatain;
  • Koreksilah diri anda dalam pelaksanaan kewajiban berdakwah kepada Allah;
Saat Salam
  • Rasakanlah kepedihan hati karena perpisahan (dengan shalat) dan siksaan yang pedih karena harus kembali kepada kesibukan dunia dan kekeruhannya;
  • Niatkanlah salam yang anda ucapkan untuk para malaikat dan orang-orang yang ada di sekitar anda.
Semoga kita berhasil memasuki pintu kelezatan iman dan karunia rabbaniyah yang bernama kekhusyukan… Semangat!!!... ^_^

Dikutip dari buku “Seperti Shalat Terakhir”, karangan Dr. Khalid Abu Syadi.

By: cs_515

Tidak ada komentar:

Posting Komentar