Benarkah wanita lebih mudah masuk surga? Lalu, bagaimana dengan pandangan hadits nabi yang mengatakan kebanyakan penghuni neraka adalah kaum wanita?
Banyak hal yang telah Rasulullah SAW wasiatkan kepada para wanita, tetapi tidak diwasiatkan kepada laki-laki. Tentu saja hal ini sebagai bentuk penghormatan dan perlindungan kepada mereka yang secara fitrah memang berbeda dengan laki-laki.
1. Beriman dan bertakwa kepada Allah SWT
Suatu hari nabi SAW didatangi oleh malaikat Jibril yang menyamar sebagai seorang laki-laki, kemudian bertanya kepada beliau,”Beritahukan kepadaku tentang iman?” Beliau menjawab,” Engkau beriman kepada Allah, kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para utusan-Nya, kepada hari Kiamat, dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk.” Malaikat Jibril menjawab,”Engkau benar.” (H.R.Muslim)
Hasan Al-Basri menegaskan, jika sifat-sifat takwa diteladani (oleh wanita), maka ia akan,” Teguh dalam keyakinan, teguh tapi bijaksana, tekun dalam menuntut ilmu, semakin berilmu semakin merendah, semakin berkuasa semakin bijaksana, tampak wibawanya di depan umum, jelas syukurnya kala beruntung, menonjol qona’ahnya dalam pembagian rezeki, senantiasa berhias walaupun miskin, selalu cermat, tidak boros walaupun kaya, murah hati dan murah tangan, tidak menghina dan tidak mengejek, tidak menghabiskan waktu dalam permainan, dan tidak berjalan membawa fitnah, disiplin dalam tugasnya, tinggi dedikasinya, serta terpelihara identitasnya, tidak menuntut yang bukan haknya dan tidak menahan hak orang lain, kalau ditegur (karena berbuat salah) ia menyesal, kalau berbuat dosa ia istiqhfar, jika dimaki ia tersenyum sambil berkata,”jika makian anda benar, aku memohon kepada Allah semoga mengampuniku. Dan jika makian Anda keliru, aku bermohon kepada Allah semoga mengampunimu.”
2. Berbakti kepada orangtua
Abu Hurairah menuturkan bahwasannya Rasulullah SAW bersabda,”Celakalah! Celakalah! Celakalah!” Seorang sahabat bertanya,”Siapakah dia wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,” Yaitu orang yang mendapati kedua orangtuanya atau salah satu dari mereka dalam usia tua, tetapi hal itu tidak menyebabkannya masuk surga.” (H.R. Muslim)
Seorang laki-laki berkata kepada Umar,”Sesungguhnya aku mempunyai seorang ibu yang sudah tua. Dia tidak dapat memenuhi keperluannya kecuali bila aku menggendongnya. Apakah aku telah menunaikan haknya?” Umar menjawab,” Tidak, sebab dahulu pun dia pernah melakukan itu kepadamu, dan dia mengharapkan engkau tetap bersamanya, sementara engkau melakukan hal itu kepadanya, namun engkau mengharap dia segera berpisah denganmu.”
“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku, sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, namun pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S. Luqman-15)
“Wahai Rasulullah, apakah masih ada suatu tanda bakti kepada orangtua saya yang bisa saya lakukan sesudah keduanya wafat?” Nabi SAW menjawab,” Ada, yaitu mendoakan mereka, memohonkan ampun bagi mereka, menjalankan wasiat mereka, menyambungkan tali silaturahmi dengan teman-teman mereka, dan menghormati sahabat mereka.” (H.R. Abu Dawud dan Al-Baihaqi)
3. Taat dan menghormati Suami
Rasulullah SAW bersabda,”Jikalau aku (diperbolehkan) memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada selain Allah, niscaya aku perintahkan wanita untuk bersujud kepada suaminya. Dan demi dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seorang istri memenuhi hak Tuhannya hingga ia menunaikan semua hak suaminya, sehingga jikalau suami meminta dirinya, sedangkan ia berada di tungku (dapur), janganlah ia menolaknya (H.R. Ahmad, Ibnu Majah, dan Ibnu Hiban)
Seorang wanita berkata,”Wahai Rasulullah, aku adalah utusan kaum wanita kepadamu.” Lalu ia menyebutkan keuntungan yang diperoleh kaum laki-laki dari berjihad dan lainnya berupa pahala dan harta rampasan perang, lalu ia berkata,” lalu apa yang kami peroleh dari semua itu?” Kemudian beliau menjawab,” Sampaikanlah kepada tiap wanita yang kamu jumpai bahwa ketaatan kepada suami dan mengakui haknya mengimbangi pahala semua itu, tetapi sedikit sekali diantara kalian yang mampu melakukannya.” (H.R. Al-Bazaar dan Ath-Thabrani)
Tidak melanggar hak batin suami
Rasululah bersabda “Jika seorang laki-laki mengajak istrinya ke tempat tidurnya, tetapi ia tidak memenuhi ajakan suaminya, lalu si suami bermalam dalam keadaan marah kepadanya, niscaya malaikat melaknatnya sampai pagi hari.”
Tidak melakukan ibadah sunah dan tidak mengizinkan orang lain masuk ke rumah kecuali atas izin suami
“Tidak diperkenankan bagi seorang istri untuk berpuasa sunah, sedangkan suaminya berada di rumah kecuali atas izinnya dan tidak mengizinkan seseorang masuk ke dalam rumahnya kecuali atas izinnya.” (H.R. Bukhari-Muslim)
Tidak keluar rumah kecuali atas izin suami
“Istri mana pun yang keluar dari rumahnya tanpa izin suaminya, ia berada dalam murka Allah Ta’ala sampai ia kembali ke rumahnya atau suaminya meridhainya.” (H.RTirmidzi)
Tidak menjadi istri pemalas, pemarah, dan materialistis
Dituturkan bahwa pada suatu ketika Fatimah bersama suaminya, Ali bin Abi Thalib, mengalami kesulitan ekonomi yang mengakibatkan Fatimah lapar selama tiga hari. Ketika melihat wajah istrinya pucat, Imam Ali bertanya,”Apa yang menimpa dirimu, wahai Fatimah?”Fatimah menjawab,”Sejak tiga hari yang lalu kami tidak menemukan sesuatu di rumah.” Lalu Imam Ali bertanya lagi,”Mengapa engkau tidak memberitahukanku?” Ia berkata,” Pada malam pertama kita dahulu, ayahku, Rasulullah SAW pernah berkata,” Wahai Fatimah, jika Ali datang kepadamu dengan membawa sesuatu, makanlah, dan jika tidak janganlah engkau memintanya.”
Selalu mempercantik dan menghias diri untuk menyenangkan suami
“Sebaik-baik wanita adalah istri yang membuatmu senang apabila engkau memandangnya, menaatimu apabila engkau menyuruhnya, dan selalu menjaga dirinya dan hartamu pada saat engkau tidak berada di sisinya.” (H.R.Ath-Thabrani)
Tidak suka menyebarkan rahasia suami
“Mungkin di antara kalian ada lelaki yang menceritakan apa yang dilakukan pada istrinya dan mungkin ada perempuan yang menceritakan apa yang dilakukannya dengan suaminya.” Seketika itu juga, semua orang terdiam. Lalu Asma binti Yazid berkata,” Ya Rasulullah, sesungguhnya mereka semua telah berbuat demikian.” Maka beliau bersabda,”Janganlah kalian berbuat demikian. Sebab sesungguhnya yang demikian itu seperti setan laki-laki bertemu dengan setan perempuan di persimpangan jalan, lalu setan laki-laki menyetubuhi setan perempuan, sedangkan semua orang melihatnya.” (H.R.Ahmad)
Dikutip : Ternyata Wanita Lebih Mudah Masuk Surga, Iis Salsabilah dan Iis Nur’aeni A
By : 515

Tidak ada komentar:
Posting Komentar