Kurindu kepada serigala, tetapi bila kudengar suara manusia,
Aku hampir saja kehilangan kesadaranku
Seorang lelaki masuk ke dalam masjid di luar waktu shalat, lalu ia menemukan seorang anak remaja yang berusia sekitar sepuluh tahun sedang berdiri khusyu’ dalam shalatnya. Lelaki itu menunggu sampai si remaja itu selesai dari shalatnya.
Sesudah itu ia mendekat kepadanya dan mengucapkan salam seraya berkata,”Wahai anak, anak siapakah engkau sebenarnya?”Anak itu menundukkan kepalanya dan air matanya membasahi pipinya, lalu ia mengangkat kepalanya seraya menjawab,”Wahai paman, sesungguhnya saya hidup sebatang kara, tidak punya ibu dan tidak pula bapak.”
Sesudah itu ia mendekat kepadanya dan mengucapkan salam seraya berkata,”Wahai anak, anak siapakah engkau sebenarnya?”Anak itu menundukkan kepalanya dan air matanya membasahi pipinya, lalu ia mengangkat kepalanya seraya menjawab,”Wahai paman, sesungguhnya saya hidup sebatang kara, tidak punya ibu dan tidak pula bapak.”
Lelaki itu merasa kasihan kepadanya, lalu bertanya kepada anak tersebut,”Maukah engkau kuangkat menjadi anakku?” Anak itu balik bertanya,”Apakah jika aku lapar, paman sanggup memberiku makan?”Lelaki itu mejawab,”Ya!” Anak itu bertanya,”Apakah jika aku tidak berpakaian, paman sanggup memberiku pakaian?” Lelaki itu menjawab,”Ya!” Apakah jika aku sakit, paman sanggup menyembuhkanku?”Lelaki itu menjawab,”Wahai anakku, aku tidak punya kesanggupan untuk itu.” Anak itu bertanya,”Apakah jika aku mati, engkau sanggup menghidupkanku?”Lelaki itu mejawab,”Wahai anakku,aku tidak punya kesanggupan untuk itu.”
Akhirnya, anak itu berkata,”Kalau begitu, biarkanlah aku, wahai paman. Tuhan yang telah menciptakanku, maka Dialah yang akan memberiku petunjuk. Dia yang akan memberiku makan dan minum. Apabila aku sakit, Dialah yang akan menyembuhkanku dan Dia adalah Tuhan yang selalu kuharapkan semoga Dia mengampuni semua kesalahanku pada hari pembalasan nanti.”
Lelaki itu pun diam dan pergi melanjutkan urusannya, sedang anak itu berkata,”Aku beriman kepada Allah. Barang siapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kecukupan kepadanya.
Sumber : Jadilah Wanita Yang Paling Bahagia, Dr. ‘Aidh bin Abdullah Al-Qarni
By : 515

Tidak ada komentar:
Posting Komentar